Miracle Velove Tamaleroh, Siswa SMK Negeri 1 Tagulandang Selatan yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka


SITARO  — Nama Miracle Velove Tamaleroh menjadi salah satu sosok yang mendapat kepercayaan penting dalam pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun dilaksanakan di Lapangan Batahi Ondong Kecamatan Siau Barat, Senin, (17/08/2026).

Siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tagulandang Selatan itu dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki bendera pusaka Merah Putih dalam upacara.

Miracle lahir di Kisihang pada 20 Oktober 2010. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia adalah putri dari Trevi Pinudolong, seorang guru honorer, dan Oksan Tamaleroh, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Miracle memiliki cita-cita yang ingin diwujudkannya di masa depan, yakni menjadi seorang akuntan. 

Kepercayaan untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri baginya.

Menjadi pembawa baki bendera pusaka bukanlah sebuah tugas yang ringan. Amanah tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketelitian, ketenangan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. 

Bagi Miracle, kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi pengalaman pertama yang tidak akan mudah dilupakan.

“Ini pertama kalinya saya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai pembawa baki bendera Merah Putih. Awalnya saya merasa gugup dan takut tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Tetapi saya berusaha percaya diri, mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh, dan memberikan yang terbaik. Saya merasa sangat bangga dan bersyukur karena mendapat kepercayaan ini,” ungkap Miracle.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Miracle untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya. Ia menyadari bahwa tugas sebagai Paskibraka bukan hanya tentang menjalankan rangkaian upacara, tetapi juga tentang belajar disiplin, bekerja sama, menghargai perjuangan para pahlawan, dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.

Dukungan keluarga juga menjadi salah satu sumber semangat bagi Miracle dalam menjalankan amanah tersebut. 

Sebagai anak seorang guru honorer dan petani, kesempatan ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi dirinya maupun keluarga.

Dengan pengalaman sebagai Paskibraka dan cita-citanya menjadi akuntan, Miracle berharap dapat terus mengejar pendidikan serta meraih impiannya. 

Ia ingin membuktikan bahwa dengan disiplin, kerja keras, doa, dan keberanian menerima tanggung jawab, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi dan membanggakan keluarga.

Bagi Miracle Velove Tamaleroh, membawa baki bendera pusaka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara. 

Momen tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga yang mengajarkannya arti amanah, keberanian, kedisiplinan, dan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa.
Loading...