Pleno Perdana Golkar Sitaro Diawali Doa Bersama untuk Chyntia Kalangit
SITARO - Ada momen menyentuh saat rapat pleno perdana Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (20/10/2026).
Sebelum rapat dimulai, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Sitaro, Bob Nover Janis (BNJ), mengajak seluruh kader, pengurus dan simpatisan menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi Bupati Nonaktif Sitaro, Chyntia Kalangit (CK).
Doa bersama itu dipanjatkan di kediaman BNJ, bertepatan dengan agenda sidang perdana Chyntia Kalangit di Pengadilan Negeri Manado terkait dugaan kasus korupsi Dana Siap Pakai (DSP) Gunung Ruang.
Di tengah agenda konsolidasi, BNJ memilih mengawali kegiatan dengan pesan kemanusiaan dan solidaritas. Ia menegaskan ikatan sebagai keluarga besar Golkar tetap harus dilandasi kepedulian, tanpa mengesampingkan penghormatan terhadap proses hukum.
“Sebagai sesama keluarga besar Partai Golkar, kita tentu berharap Ibu Chyntia Kalangit diberikan kekuatan, kesehatan, dan keteguhan hati dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Mari kita doakan bersama agar beliau diberikan kekuatan dalam menjalani setiap tahapan persidangan,” ujar BNJ.
Dia juga mengingatkan kader agar menjunjung tinggi prinsip hukum dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Kita tetap menghormati proses hukum dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Biarlah proses persidangan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebagai sesama manusia dan bagian dari keluarga besar Partai Golkar, sudah sepantasnya kita memberikan dukungan moral melalui doa,” tambahnya.
Menurut BNJ, perbedaan situasi yang dihadapi kader tidak seharusnya menghilangkan nilai kebersamaan. Solidaritas bukan berarti mencampuri proses hukum, melainkan dukungan moral.
“Solidaritas harus kita maknai secara dewasa. Kita boleh memberikan dukungan moral, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menghormati proses hukum. Saya berharap Ibu Chyntia diberikan kesehatan, ketabahan, dan kekuatan untuk menjalani seluruh tahapan persidangan dengan baik,” ungkap BNJ.
Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Pendeta Restulin Kawoka. Para kader yang hadir mengikuti dengan khusyuk sebelum masuk ke agenda pleno.
Bagi BNJ, doa itu bukan intervensi terhadap proses hukum, melainkan ungkapan harapan agar setiap pihak yang menghadapi persoalan hukum diberi kekuatan melewati proses tersebut.
