Notification

×

Iklan

Iklan

Tragis! Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri di Bebali Siau Timur

Sabtu, 20 Juni 2026 0 Views Last Updated 2026-06-20T11:58:18Z


SITARO – Warga Lingkungan IV, Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), digemparkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda bernama Alfaredo Tamubae (20), Sabtu (20/6/2026) siang.


Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area kebun cengkeh tak jauh dari rumahnya. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga dan warga sekitar sebelum kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.


Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.05 Wita. Seorang saksi yang masih berusia anak-anak, yakni adik korban, disebut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah.


Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan hingga menarik perhatian warga sekitar. Salah satu warga, Salim Lasarus, segera menuju lokasi dan bersama warga lainnya berupaya menurunkan korban dengan harapan masih dapat diselamatkan. Namun setelah diperiksa, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.


Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa sehari sebelum kejadian, korban sempat beberapa kali melakukan percobaan yang mengarah pada upaya bunuh diri, namun berhasil dicegah oleh pihak keluarga.


Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya ditemukan tali nilon berwarna hijau yang digunakan korban serta sebuah botol minuman beralkohol.


Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Ulu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat bekas jeratan di leher serta beberapa tanda lain yang mengarah pada dugaan gantung diri. Pihak medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat kondisi tersebut.


Pihak keluarga melalui orang tua korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Saat ini, proses pemakaman masih menunggu kesepakatan keluarga.


Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan motif di balik peristiwa tersebut.


Polisi telah mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta melanjutkan penyelidikan untuk melengkapi administrasi laporan. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.


Kapolres Kepulauan Sitaro menegaskan bahwa pihaknya telah menangani peristiwa ini sesuai prosedur, mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan saksi-saksi di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak berwenang.


“Kami sudah melakukan langkah-langkah kepolisian di TKP dan saat ini kasus masih dalam proses pendalaman untuk mengetahui latar belakang kejadian," tutur Kapolres