Kuota BBM di Sitaro Naik 20 Persen Ditahun 2025, Tapi Kelangkaan Masih Terjadi
SITARO – Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro terus bertambah.
Kuota Solar dan Pertalite untuk Sitaro naik 20 persen pada tahun 2025 kemarin sedangkan di tahun 2026 ini tidak ada kenaikan padahal Pemkab Sitaro sudah berupaya mengusulkan penambahan kuota BBM 20 persen pertahun.
Upaya Penambahan Kuota BBM itu dilakukan pemerintah daerah untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan perahu nelayan di wilayah kepulauan.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Sitaro, Jelin Yolanda Langitan mengatakan, penambahan kuota BBM sudah jadi agenda rutin tiap tahun.
“Tiap tahun permintaan penambahan kuota terus diusulkan, 20 persen kenaikan terjadi dari kuota sebelumnya pada tahun 2025 karena mengantisipasi adanya penambahan kendaraan bermotor dan penambahan perahu nelayan,” ujar Jelin, Rabu (19/8/2026).
Saat ini, agen premium minyak dan solar atau APMS di Sitaro mendapat jatah total sekitar 320 Kiloliter per 2 trip dalam sebulan.
Rinciannya:
-Maranatha Siau: Solar 20 KL dan Pertalite 65 KL per trip
-Tagulandang: Solar 10 KL dan Pertalite 40 KL per trip
-Sawang: Solar 5 KL dan Pertalite 20 KL per trip
Meski kuota naik, warga Sitaro belakangan masih mengeluh soal kelangkaan BBM.
Jelin menjelaskan, salah satu penyebabnya karena trip kedua di bulan Juli lalu belum terpenuhi.
"Sebenarnya di Bulan Juli kita sudah mengantongi 2 trip BBM tapi yang terpenuhi baru 1 trip. Kemungkinan terkendala cuaca buruk atau ada kendala teknis dari pihak penyuplai BBM. Itu salah satu faktor kelangkaan BBM di Sitaro, karena mengingat ini sudah masuk pertengahan Agustus," tutup Jelin.
